Mukjizat Nabi Nuh


Mukjizat Nabi Nuh
 

MUKJIZAT NABI NUH

Alhamdulillah sahabat Islam yang dimuliakan Allah. Kali ini kita kembali berbagi kisah tentang riwayat Nabi yang wajib kita ketahui yaitu Kisah Mukjizat Nabi Nuh Alaihissalam. Nabi Nuh merupakan nabi yang berada diurutan ketiga, setelah Nabi Adam Alaihissalam, dan Nabi Idris Alaihissalam yang wajib kita ketahui dan pelajari.

Nabi Nuh sendiri merupakan keturunan nabi Adam  yang ke-9. Dikutip dari Kitab Ibnu Katsir tentang kisah para Nabi, jarak antara Nabi Nuh dengan Nabi Adam adalah 10 Abad. Agama Islam yang dibawa Nabi Adam terus berkembang, tetapi setelah masa yang panjang antara nabi Idris dan Nabi Nuh, menyebabkan umat manusia, yaitu kaum Nuh yang ada saat itu, sudah sangat jauh menyimpang dari jalan Allah.

Mereka kembali pada perbuatan ingkar dengan menyembah patung-patung yang mereka anggap sebagai tuhan. Mereka meniru bapak-bapak mereka terdahulu dan menganggap bahwa perbuatan itu pasti benar. Patung-patung itu pada awalnya adalah orang-orang yang sholeh yang menjadi pewaris Nabi Idris, yang berdakwah agar agama Islam selalu diamalkan oleh masyarakat.

Para orang shaleh yang bernama wadd, shuwa ini selalu mengingatkan masyarakat agar bertakwa kepada Allah SWT.  Akan tetapi ketika para orang shaleh ini meninggal maka iblis la’natullah mulai membisik-bisiki nenek moyang kaum Nuh untuk tidak melupakan jasa mereka. Cara untuk tidak melupakan jasa mereka adalah dengan membuat patung-patung yang menyerupai orang-orang shaleh tersebut.

Pada masa awal pembuatan patung ini, keimanan dan keislaman masyarakat masih terjaga. Akan tetapi seiring dengan waktu dan setelah beberapa generasi, ketika ilmu agama mulai memudar di antara mereka, maka secara perlahan tapi pasti iblis mulai menggiring kaum Nabi Nuh untuk menyembah patung-patung ini dan menjadikannya sebagai Tuhan. Demikianlah cara licik iblis dalam melakukan tipu dayanya kepada umat manusia.

Iblis lagi-lagi berhasil membuat keturunan Adam kembali tergoda bujuk rayu mereka. Kaum Nuh kemudian menjadi sangat jauh kesesatannya dalam ketaatan kepada Allah. Mengimani dan menyembah kepada Allah tidak mereka kenal lagi. Dan iblis pun menjadi sangat senang, karena sudah berhasil mengajak manusia untuk menemaninya menjadi penghuni neraka Jahanam.
Nuh yang masih mau menggunakan akal sehatnya, dapat berfikir dan menghilangkan ketidakberdayaan ini serta  membuatnya terbebas dari segala bentuk kesyirikan kaumnya, dan melepaskan diri dari penyembahan kepada patung-patung buatan manusia tersebut. Allah SWT pun kemudian mengangkat Nuh sebagai penerus risalah kenabian.

PERJUANGAN DAKWAH DAN MUKJIZAT NABI NUH ALAIHISSALAM

Nabi Nuh Alaihissalam mendapatkan beberapa petunjuk dari Allah agar membersihkan keimanan kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allah. Pada masa itu, setiap manusia memiliki usia yang panjang. Nuh diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul pada usia 480 tahun. Dalam AlQur’an disebutkan bahwa usia Nabi Nuh adalah 950 tahun.

Sepanjang usianya tersebut, Nabi Nuh Alaihissalam berdakwah dan menyeru tiada kenal lelah. Tidak hanya kepada orang-orang di sekitarnya tapi yang utama kepada anggota keluarganya sendiri. Tetapi sayang setelah berdakwah selama hampir 5 abad, Nabi Nuh hanya memiliki sedikit pengikut, yaitu hanya sekitar 70 sampai 80 orang.

Pengikut Nabi Nuh Alaihissalam hanya terdiri dari orang-orang biasa, bukan orang terpandang dan kaya raya. Sedangkan kaum Nuh yang kafir itu tidak suka bila berdekatan dan bersama-sama dengan orang-orang tersebut. Mereka menganggap bahwa derajat mereka lebih baik daripada Nabi Nuh dan para pengikutnya.

Penolakan atas ajakan Nabi Nuh tidak hanya berasal dari kaumnya saja tetapi juga berasal dari kalangan keluarga terdekatnya sendiri. Istri beliau dan putra kandungnya sendiri Kan’an. Dua orang ini secara terang-terangan menentang ajaran Nabi Nuh dan mempengaruhi orang lain untuk tidak mengikuti ajaran Nabi Nuh Alaihissalam.

Bagi kaum yang durhaka itu, Nabi Nuh Alaihissalam dianggap hanya sebagai manusia biasa, dan tidak mempunyai kelebihan apa pun. Alasan itulah yang digunakan untuk tidak menaati ajaran yang dibawa Nabi Nuh Alaihissalam.

Pemimpin-pemimpin kaum yang kafir itu kemudian berkata, akan dengan rela mengikuti Nabi Nuh Alaihissalam, dengan syarat pengikut-pengikut Nabi Nuh yang terdiri dari orang-orang hina ditinggalkan atau dibiarkan dan diusir. Tentu saja Nabi Nuh menolak syarat tersebut.
Pemimpin-pemimpin kaum yang kafir merasa kesal kemudian menantang Nabi Nuh Alaihissalam. Bila memang kedurhakaan mereka kepada Allah akan mendatangkan azab yang besar, maka mereka meminta Nabi Nuh agar menyegerakan datangnya azab tersebut.

Nabi Nuh kemudian mendapat petunjuk dari Allah SWT, sekaligus merupakan mukjizat Nabi Nuh Alaihissalam yaitu diperintah Allah untuk membangun bahtera yang besar. Bahtera itu terbuat dari kayu jati. Bahtera tersebut kemudian dikerjakan oleh Nabi Nuh bersama dengan para pengikutnya.
Pembuatan bahtera tersebut ternyata memakan waktu yang lama yaitu mencapai 40 tahun. Selama itu Nabi Nuh Alaihissalam diuji kesabarannya, menghadapi kaumnya yang memandang pekerjaannya itu sebagai pekerjaan orang gila, karena membangun bahtera di atas bukit di gurun pasir.

Menurut Ibnu Abbas, bahtera Nabi Nuh memiliki ukuran panjang 1.200 hasta, lebar 600 hasta. Bahtera itu dibuat tiga tingkat yaitu tingkat pertama, diperuntukkan untuk hewan, tingkat kedua untuk manusia, pengikut nabi Nuh dan tingkat ketiga untuk bangsa burung. Bagian atas bahtera itu ditutup juga dengan kayu penutup.

Nabi Nuh Alaihissalam kemudian berdoa kepada Allah SWT. Beliau memohon agar Allah jangan membiarkan seorang pun dari kaum dan pemimpin yang kafir itu tetap tinggal di muka Bumi. Jika dibiarkan hidup, nantinya mereka akan menyebabkan banyak orang menjadi tersesat dan selalu berbuat maksiat.

Setelah selesai membuat bahtera di atas bukit di tengah gurun pasir selama kurun waktu empat puluh tahun. Maka Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap siap. Sebagai tandanya adalah, akan muncul air dari dalam tannur di dapur rumah Nabi Nuh AS.


Para ahli tafsir menafsirkan bahwa tafsiran dari at-Tannur adalah oven (alat untuk memanggang roti) di rumah Nabi Nuh. Apabila air muncul keluar dari tannur tersebut serta mengalir maka itu merupakan perintah bagi Nabi Nuh untuk bergerak.

Maka pada suatu hari tannur itu mulai menunjukkan tanda-tandanya dari dalam rumah Nabi Nuh. Mengetahui hal itu, Nabi Nuh pun segera membuka bahteranya dan mengajak orang-orang mukmin untuk menaikinya. Jibril turun ke bumi. Nabi Nuh membawa burung, binatang buas, binatang yang berpasang-pasangan, sapi, gajah, semut, dan lain-lain.

Jibril menggiring setiap dua binatang yang berpasangan agar setiap spesies binatang tidak punah dari muka bumi. Menurut riwayat hewan yang pertama kali naik adalah burung kakak tua, sedangkan hewan yang terakhir adalah keledai, diceritakan bahwa iblis ikut bergelantung dipundak keledai.
Peristiwa ini Allah gambarkan dalam Al Qur’an Surat Hud ayat 40, yang artinya :
Hingga apabila perintah Kami datang dan tannur telah memancarkan air, Kami berfirman: ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkanlah pula) orang-orang yang beriman.’ Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit. “ (QS. Hud : 40)

Istri Nabi Nuh tidak beriman kepadanya sehingga ia tidak ikut menaiki perahu, dan salah satu anaknya, Kan’an juga tidak beriman. Hanya ada 80 orang mukmin yang masuk ke dalam bahtera. Hewan-hewan darat Allah kumpulkan di lantai pertama kapal, sedangkan lantai kedua manusia, dan lantai ke tiga jenis burung. Agar Hewan buas tidak memangsa hewan jinak, maka Allah turunkan demam kepada hewan hewan buas tersebut.

Setelah semua makhluk yang Allah takdirkan selamat masuk kapal dan pintu kapal pun ditutup maka dengan kekuasaan-Nya, Allah turunkan air dari langit dan air dari bumi. Air mulai meninggi yang keluar dari celah-celah bumi. Tiada satu celah pun di bumi kecuali keluar air darinya.

Selain itu dari arah langit pun mulailah turun air hujan yang sangat deras dan belum pernah terjadi sebelumnya sedemikian deras seperti itu di bumi, termasuk pula sesudahnya tidak akan ada lagi hujan seperti itu. Lautan semakin bergolak dan ombaknya menerpa apa saja dan menyapu bumi.

Isi perut bumi pun bergolak dan bergerak dengan gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak wajar sehingga mengakibatkan bola bumi tenggelam dalam air untuk pertama kalinya, dan bumipun menjadi seperti sebuah bola air.
Peristiwa ini Allah SWT gambarkan dalam Al Quran yang artinya :
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” (QS. Al-Qamar: 11-13)

Air terus naik tinggi hingga di atas kepala manusia, bahkan hingga melampaui ketinggian pohon, dan puncak gunung. Akhirnya, seluruh permukaan bumi diselimuti dengan air. Itulah banjir dan tsunami terdahsyat serta terbesar sepanjang masa. Tidak ada banjir sebesar ini lagi hingga sampai tiba hari kiamat nanti.

AKHIR BANJIR BANDANG NABI NUH

Banjir, Taufan dan tsunami melanda semua belahan bumi. Tak satupun bagian bumi yang tidak tenggelam. Satu riwayat menggambarkan bumi seperti bola air. Seluruh makhluk hidup, tumbuhan, hewan dan manusia musnah, tak ada satupun yang tersisa. Setelah 150 hari terombang-ambing diatas laut tanpa batas, akhirnya Allah SWT pun memberikan perintah agar air surut.

Setelah air surut maka mendaratkan bahtera Nabi Nuh dengan selamat di bukit Judd Armenia. Keluarlah nabi Nuh bersama para pengikutnya dari dalam bahtera. Sekitar 80 orang yang ikut dalam bahtera Nabi Nuh beserta ketiga orang anak Nabi Nuh pun turun. Mereka bersama hewan yang selamat memulai kehidupan baru mereka.

Diriwayatkan seluruh pengikut nabi Nuh yang turut bersama dalam bahtera Nuh tersebut akan wafat tanpa menyisakan satu keturunan pun. Hanya anak Nabi Nuh yaitu Sam, Ham dan Yafith yang memiliki keturunan. Hingga akhirnya seluruh ras manusia yang ada sekarang ini semuanya merupakan keturunan mereka bertiga. Tak mengherankan bila kemudian Nabi Nuh disebut juga sebagai bapak para manusia.

Sam dan keturunannya merupakan cikal bakal bangsa Arab, Yafith melahirkan keturunan bangsa Rum (Romawi) dan Ham menghasilkan keturunan bangsa Habasyah (Ethiopia).


Demikianlah kisah singkat Mukjizat Nabi Nuh. Semoga ada makna setelah anda membaca kisah ini jangan anda malas membaca untuk mendapatkan wawasan yang luas dan juga ada kesan tersendiri kan setelah lumayan lama membaca kisah ini. Mohon dimaafkan jikalau saya menulis dengan banyak kesalahan karena saya hanya manusia biasa yang dikaruniakan untuk hidup dan bisa menulis artikel ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel